Thursday, June 11, 2020

Ide Bisnis

5 Tips Mengevaluasi Ide Bisnis yang Potensial dan Menjanjikan ... 

Halo semuanyaa, kembali lagi bersama Gasel~
Sekarang Gasel mau bawain artikel tentang bagaimana menemukan ide bisnis.
Sebelumnya kalian tahu gak pengertian dari ide bisnis itu apa?  kalau belum tahu simak artikel ini yaa

Ide bisnis adalah respon seseorang, banyak orang, atau suatu organisasi untuk memecahkan masalah yang teridentifikasi atau untuk memenuhi kebutuhan di suatu lingkungan (pasar, masyarakat). Mencari ide bisnis merupakan langkah awal untuk mengubah keinginan dan kreatifitas pengusaha menjdi peluang usaha/bisnis.

Nah untuk menemukan ide bisnis ada beberapa sumber loh, Gasel bakal beritahu kalian agar kalian lebih mudah menemukannya. Berikut adalah beberapa sumber untuk menemukan ide bisnis:
  
Pengalaman kerja  

Ide bisnis yang sangat baik menurut saya adalah suatu ide yang bersumber dari pengalaman kerja Anda. Dengan pengalaman kerja pada suatu perusahaan, tentunya menjadikan Anda sebagai orang yang mahir dalam hal tersebut. Sehingga untuk membangun bisnis yang serupa atau bisnis yang sesuai dengan keterampilan Anda akan lebih mudah.
Contohnya jika Anda bekerja pada suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang perbaikan, pemasangan atau perawatan pendingin ruangan. Kalau sudah bekerja selama bertahun-tahun pada bidang tersebut, tentunya Anda akan mahir dari semua permasalahan yang timbul menyangkut pekerjaan Anda. Dalam rentang waktu bertahun-tahun, Anda akan mengetahui bagaimana sistem kerja perusahaan, teknik pemasaran, supplier spare part dan sebagainya. Dengan mengetahui berbagai macam hal tersebut, maka akan memudahkan Anda jika membuka suatu usaha yang sejenis dan kemungkinan besar akan berhasil.


Hobi salah satu sumber ide bisnis

 


Menjadikan hobi sebagai suatu usaha merupakan hal yang menyenangkan, sambil berenang minum air. Sehingga dalam menjalankan bisnis tersebut Anda akan selalu bersemangat yang memang harus selalu terjaga dalam diri setiap insan bisnis. Peluang Anda menjadi seorang pengusaha sukses sangat besar dengan menekuni suatu usaha yang merupakan hobi. Kenapa tidak, semua permasalahan, pengembangan ide dan sebagainya sudah Anda kuasai sebelumnya. Bahkan mungkin saja penguasaan akan hobi tersebut lebih baik dari pada pencipta dari suatu alat pendukung dari hobi yang bersangkutan. Anda hanya diharuskan mencari celah atau tempat dimana bisnis tersebut layak untuk dikembangkan. Memiliki teman yang banyak sesuai dengan hobi Anda, akan mempermudah dan mempercepat kesuksesan. Itulah kenapa kami menjadikan sumber ide bisnis dari hobi merupakan salah satu ide yang power full.

Contohnya adalah ketika anda hobi memasak, anda bisa menyalurkan hobi memasak dan mendapatkan penghasilan dengan cara membuka warung makan/restoran.

Pengalaman pahit

 


Banyak pengusaha sukses menemukan ide bisnis mereka dari pengalaman yang tidak menyenangkan. Mereka tidak ingin orang lain mengalami hal yang sama, maka mereka menciptakan suatu usaha yang mampu memecahkan masalah yang telah dialaminya.


Contohnya karena susahnya mendapat parkir yang nyaman, aman dan mudah, maka timbullah suatu ide usaha tempat parkir kendaraan dengan fasilitas parkir valet. Jadi semua pengalaman pahit Anda bisa dijadikan sebagai sumber ide usaha.
 
Pendidikan
 
Sebagian besar orang yang mengenyam pendidikan mendedikasikan dirinya pada sebuah perusahaan, baik itu perusahaan besar maupun perusahaan dengan skala kecil. Tapi tidak sedikit pula orang yang berhasil memanfaatkan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah dengan membangun sebuah bisnis. Maka dari itu, jika kalian belum menemukan ide bisnis yang cocok, ada baiknya memanfaatkan ilmu dari bangku kuliah menjadi sebuah bisnis. Disamping menguasai hal tersebut, tentunya kalian tidak akan mudah bosan dan menyerah jika menemukan kendala dikemudian hari.

Contohnya adalah les privat nampaknya menjadi bisnis di bidang pendidikan yang membutuhkan modal relatif kecil namun bisa menjanjikan penghasilan yang relatif besar. Modal kalian adalah pengetahuan, waktu, kendaraan, dan tenaga. Kalian hanya tinggal menyediakan waktu dan tenaga untuk memberikan pengajaran yang lebih intens pada anak didik yang merasa kesulitan mendalami pelajaran di sekolah. Keuntungan dari menekuni bisnis ini adalah kalian mendapatkan penghasilan yang relatif besar (tergantung pada tingkat pendidikan murid yang kalian ajar), terkadang masih mendapatkan suguhan yang tidak sedikit, hingga belajar mendidik anak. Dengan menjadi pribadi yang mengajar secara independen, bukan tergabung pada lembaga bimbingan belajar, kalian tidak akan terbebani dengan berbagai aturan dan target jam mengajar yang harus dipenuhi. Selain itu, fee yang kalian terima tentu tidak akan terpotong.

Kreativitas
 
Kreativitas seseorang dalam menciptakan produk yang unik dan bermanfaat bagi orang banyak merupakan sember ide bisnis. Dengan kreativitas produk yang dihasilkan akan memiliki daya tarik tersendiri bagi kebanyakan konsumen.


Contohnya adalah kompor Berbahan Bakar Non-Minyak Bumi. Ide ini cocok bagi yang sedikit punya interest di bidang ilmiah, tetapi tetap punya sense of business yang tinggi. Membuat kompor dengan bahan bakar non-minyak bumi, seperti kompor dengan bahan bakar minyak nabati atau bahan bakar lainnya akan cocok diaplikasikan bagi yang sering menghadapi fluktuasi harga BBM. Tentunya dengan harga yang murah supaya bisa bersaing dengan kompor berbahan bakar minyak.


Itulah sumber-sumber menemukan ide bisnis, agar kalian lebih paham kalian juga bisa melihat video yang akan saya upload 


Bagaimana? Apakah teman-teman sudah paham? saya harap iya ya :) Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. See u guys~

 


Tuesday, June 2, 2020

Business Plan (BP)



How to Build a Successful Business Plan - Business 2 Community 


Halo semuaa kembali lagi bersama saya Gasel, sebelumnya saya ingin mengucapkan minal aidin walfaidzin yaa buat kalian yang merayakan~  Setelah libur selama 2 minggu karena Gasel juga merayakan lebaran, akhirnya Gasel kembali membawakan artikel untuk kalian semua. Nah artikel yang bakal saya bahas adalah mengenai Business plan. 

Sebelum memulainya lebih dalam , kalian tahu gak sih apa itu business plan??? Business plan adalah tahap awal dari pembangunan sebuah bisnis yang disusun oleh seorang wirausaha yang ingin membuat bisnisnya. Businesss plan ini sangat penting karena memuat semua arah dan tujuan dari bisnis ini. Semua ide bisnis dari si wirausaha akan dituliskan di dalam business plan ini dan akhirnya akan memudahkan si wirausaha dalam mencari dana dari investor, mencari pemasok bahan baku dan lain sebagainya.  

Manfaat dari business plan itu sendiri banyak teman-teman, terutama untuk kemajuan bagi suatu usaha yang tengah dirintis. Berikut adalah manfaat dari business plan:

1. Mengawali sebuah bisnis 
Bisnis bisa ada atau eksis karena adanya rencana bisnis. Tanpa adanya rencana bisnis, sebuah usaha yang baru saja didirikan tentu saja akan mengalami kesulitan saat mengembangkan usahanya. Adanya rencana bisnis yang jelas membuat kalian tahu apa saja hal yang akan dilakukan ke depannya. Selain itu, kalian juga akan memiliki gambaran yang jelas mengenai cara menggabungkan berbagai macam instrumen yang dimiliki untuk mengembangkan usaha tersebut. Susunlah business plan secara detail. Lakukan klasifikasi bidang dan pembagian kerja secara jelas. Adanya rencana bisnis yang baik senantiasa akan mengantarkan usaha pada kesuksesan. 

2. Membantu permodalan
Pengetahuan dan kesiapan seorang pebisnis bisa dinilai dari rencana bisnis yang disusunnya. Semakin baik, semakin dalam pula ia mengetahui seluk beluk bisnis yang hendak dijalankannya. Membuka bisnis bukanlah hal yang mudah, terutama dalam hal permodalan. Modal adalah hal yang paling krusial. Seseorang yang ingin berbisnis kerap kali terhambat karena terbatasnya modal yang dimiliki. Adanya rencana bisnis yang detail, rapi, dan bagus bisa dijadikan daya tarik untuk mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya pada bisnis yang ditekuni. Selain itu, kalian juga akan lebih mudah mendapatkan sokongan dana dari para kreditor atau lembaga keuangan lainnya. 

3. Membantu membuat keputusan
Business plan layaknya sebuah rambu-rambu lalu lintas yang bisa digunakan untuk menetapkan arah dan tujuan, serta memutuskan apakah bisnis yang di jalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Misalnya apakah target penjualan sudah tercapai atau belum, posisi keuangan perusahaan, dan daya tarik produk terhadap konsumen. Kalau ketiganya belum tercapai, kalian perlu mengetahui apa yang menjadi penyebab utamanya. Selain itu, kalian juga perlu menindaklanjuti hal tersebut agar tidak terjadi secara continuous atau berkelanjutan.

4. Tujuan dan prioritas bisnis lebih jelas
Rencana bisnis bisa membantu kalian untuk mengetahui tujuan dan prioritas bisnis. Adanya ukuran terhadap margin laba, peluncuran produk baru, dan pihak-pihak yang terlibat membantu Anda untuk mewujudkan tujuan bisnis. Di samping itu, rencana bisnis juga membantu kalian untuk fokus pada masalah yang terjadi. Dengan demikian, masalah tersebut bisa dikelompokkan berdasarkan prioritas penyelesaiannya. Misalnya bagian keuangan, pemasaran, dan manajemen.

5. Membantu mengembangkan ide bisnis
Adanya business plan membuat ide-ide bisnis akan lebih terencana dan sistematis. Melalui beberapa pendekatan pada business plan, kalian akan lebih mudah untuk mengelola Sumber Daya Manusia (SDM), mengetahui siapa saja yang menjadi sasaran produksi, mengetahui apa yang diproduksi, sistem pemasaran yang tepat, dan strategi operasional apa yang dijalankan agar bisnis bisa mendulang kesuksesan. Ide-ide bisnis yang muncul juga bisa digunakan untuk mengembangkan produk. Tujuannya agar ada inovasi dan produk tidak stuck hanya pada satu jenis saja.

6. Memberikan gambaran kepada konsumen dan investor 
Seperti yang sudah dijelaskan di awal, rencana bisnis yang baik bisa mendatangkan investor dan kreditor untuk memberikan modalnya. Misalnya, dalam hal pemasaran. Adanya business plan membuat kita lebih peka terhadap produk yang dimiliki. Hal ini juga bisa digunakan untuk membandingkan produk kita dengan produk perusahaan lainnya yang sejenis. Adanya tingkat penjualan yang rendah membuat kita berupaya untuk menemukan solusi untuk memperkenalkan produk bisnis kita kepada pihak luar.

Selanjutnya kita akan bahas prinsip dari business plan. Prinsip-prinsip dalam business plan itu sendiri ada 5, yaitu:
1. Prinsip otonomi yaitu pengusaha atau pelaku usaha memiliki kebebasan dalam kegiatan usaha tersebut dengan tidak melanggar norma atau aturan yang berlaku.
2. Prinsip Kejujuran yaitu jujur sangat penting dalam berbisnis atau berusaha, karena dengan jujur bisnis yang kita bangun akan berjalan sesuai rencana.
3. Prinsip Keadilan yaitu dalam berbisnis ini kita harus mengaktualkan visi misi yang telah kita buat agar bisnis ini sesuai dengan rencana yang kita harapkan.
4. Prinsip Saling Menguntungkan yaitu didalam berbisnis tidak hanya menguntungkan sebelah pihak, tetapi harus sama-sama saling menguntungkan. Dan menerapkan keadilan untuk langkah lebih tepat untuk mewujudkan dan menciptakan iklim persaingan yang sehat didalam pasar tersebut. 
5. Prinsip Integritas Moral yaitu seorang pengusaha bukan hanya mengambil keuntungannya saja, tetapi perusahaan itu harus memiliki media yang baik bagi masyarakat, bermanfaat bagi masyarakat dan berfikir yang baik bagi bisnis bagi perusahaan didalam dunia usaha tersebut. 

Setelah membahas prinsip dari business plan, kita akan membahas tentang komponen-komponen penting dari business plan, yaitu:

1. Ulasan Deskripsi Bisnis
Disini kalian harus menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan. Tuliskan potensi produk anda saat ini dan kemungkinannya dimasa depan. Juga berikan informasi peluang pasarnya serta perkembangan produk untuk bisa bertahan dan menyesuaikan dengan pasar yang ada.


2. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang akan dijalankan haruslah merupakan hasil analisa pasar yang telah dilakukan dengan cermat. Analisa pasar adalah kekuatan yang harus anda gunakan untuk menciptakan target pembeli, anda harus memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan pasar sehingga target penjualan dapat ditentukan (kemana produk anda akan dipasarkan).


3. Analisa Pesaing
Analisa Pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing anda dalam satu pasar yang sama. Setelah menemukan kekuatannya, kemudian mencari strategi untuk memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing. Kalian juga harus mencari strategi untuk menghalangi pesaing masuk dan meniru strategi yang sama dengan anda. Demikian juga dengan kelemahan yang ditemukan, dapat dieksploitasi dengan mengembangkan produk yang lebih baik dari pesaing kalian.


4. Rencana Desain dan Pengembangan
Rencana desain dan pengembangan dperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan. Ini berguna untuk membuat rencana anggaran biaya produksi yang sesuai dengan kebutuhan.


5. Rencana Operasional dan Manajemen
Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan dan berkelanjutan. Rencana operasional akan berfokus pada kebutuhan logistik perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.


6. Pembiayaan
Faktor pembiayaan menjadi unsur penting dalam sebuah rencana bisnis. Dari mana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien namun tetap dapat mengoperasikan seluruh divisi dalam perusahaan agar berjalan lancar.


7. Kesimpulan Usaha
Yang terakhir disusun adalah kesimpulan dari seluruh kerangka bisnis plan. Kalian dapat menampilkan jadwal waktu tiap komponen diatas akan dilakukan, perkiraan waktunya dan hal-hal penting lainnya yang akan mendukung segala aktifitas dalam memulai usaha.


Terakhir Gasel mau ngejelasin tentang langkah-langkah membuat business plan.

Nah itulah artikel mengenai business plan, semoga bermanfaat untuk kalian yaa~ kurang lebihnya mohon maaf, sampai jumpaa~




Wednesday, May 13, 2020

Analisa Kelayakan Bisnis atau Investasi

Studi Kelayakan Bisnis | Seventh Grace Consulting


Halo semua, kembali lagi bersama Gasel~ Di artikel ini, gua bakal ngejelasin tentang analisa kelayakan bisnis.

Nah sebelumnya kalian tahu gak nih definisi dari kelayakan bisnis itu apa? Kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan (Kasmis & Jakfar, 2003).

Sampai disini apa teman-teman sekalian paham? Gua harap sudah yaa~
Nah selanjutnya gua mau ngejelasin tentang keputusan investasi. Keputusan investasi merupakan keputusan rasional, karena keputusan berdasarkan pertimbangan rasional. Dalam praktik, digunakan beberapa alat bantu atau kriteria-kriteria tertentu untuk memutuskan diterima atau ditolaknya rencana investasi. Kriteria – kriteria tersebut kriteria investasi (invesment criteria). Minimal ada empat kriteria investasi yang digunakan dalam praktik, yaitu:

1. Payback Period
Payback period adalah periode modal kembali atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal atau modal yang sudah dikeluarkan. Metode ini juga sering disebut dengan metode pemulihan investasi yang merupakan metode analisi kelayakan investasi untuk menilai jangka waktu (tahun) pemulihan seluruh modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan.
Cara untuk mengambil keputusan dengan metode ini ialah dengan membandingkan Payback Period investasi yang diusulkan dengan umur ekonomis aktiva, apabila payback period lebih pendek dari umur ekonomisnya maka rencana investasi dapat diterima, serta sebaliknya.

2. Benefit Cost Ratio (B/C Ratio)

 B/C Ratio mengukur mana yang lebih besar, biaya yang dikeluarkan dibanding hasil (output) yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan dinotasikan sebagai C (cost). Output yang dihasilkan dinotasikan sebagai B (benefit). Jika nilai B/C sama dengan 1, maka B = C, output yang dihasilkan sama dengan biaya yang dikeluarkan. Bila nilai B/C < 1 maka B < C yang artinya output yang dihasilkan lebih kecil daripada biaya yang dikeluarkan. Begitu juga sebaliknya. Keputusan menerima atau menolak proposal investasi dapat dilakukan dengan melihat nilai B/C. Umumnya, proposal investasi baru diterima jika B/C > 1, sebab berarti output yang dihasilkan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

3. Net Present Value (NPV)

NPV adalah kriteria terpenting dalam evaluasi sebuah investasi merupakan tujuan manajemen keuangan semua perusahaan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham. NPV adalah selisih jumlah kas yang yang dihailkan sebuah proyek investasi dan nilai investasi yang diperlukan atau selisih PV dari sebuah proyek dan investasi awal. Dalam metode ini, pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang (present value) dari keseluruhan proceeds yang diharapkan atas discount rate tertentu. Kemudian jumlah present value dari keseluruhan selama usianya dikurangi dengan present value dari jumlah investasinya  (initial investment). Selisih antara Present Value dari keseluruhan dengan Present Value dari pengeluaran modal (Capital outlays) dinamakan nilai neto sekarang (Net Present Value).

Rumus yang digunakan:

NPV = ( C1 / 1 + r ) + ( C2 / ( 1 + r )2 ) + ( C3 / (  1 + r )3 ) + … + ( Ct / ( 1 + r )t ) – C0

atau 
 npv

4. Internal Rate of Return (IRR)

Internal  Rate of  Return (IRR) adalah metode peerhitungan investasi dengan menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang. IRR ialah menentukan tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari arus kas bersih yang diharapkan akan diterima (PV of future proceeds) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal (PV if capital outlays). Pada dasarnya IRR harus dicari dengan cara “trial dan error”. Yaitu dengan cara coba-coba. Pertama-tama jika menghitung Present Value dari proceeds suatu investasi dengan menggunakan tingkat bunga yang dipilih. Kemudian hasil perhitungan itu dibandingkan dengan jumlah Present Value dari outlet-nya.

CONTOH SOAL NPV

Sebuah Perusahaan AAA ingin membeli sebuah mesin produksi untuk meningkatkan jumlah produksi produknya. Diperkirakan untuk harga mesin tersebut adalah Rp. 150 juta dengan mengikuti aturan suku bunga pinjaman yakni sebesar 12% per tahun. Untuk Arus Kas yang masuk pada perusahaan itu diestimasikan sekitar Rp. 50 juta per tahun selama 5 tahun. Apakah rencana investasi pada pembelian mesin produksi diatas dapat dilanjutkan?

Penyelesaiannya :
 
Diketahui :

Ct = Rp. 50 juta
C0 = Rp. 150 juta
r = 12% (0,12)

 
Jawaban :
NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + (C3/(1+r)4) + (Ct/(1+r)t) – C0
NPV = ((50/1+0,12) + (50/1+0,12)2 + (50/1+0,12)3 + (50/1+0,12)4 + (50/1+0,12)5) – 150
NPV = (44,64 + 39,86 + 35,59 + 31,78 + 28,37) – 150
NPV = 180,24 – 150
NPV = 30,24

Jadi nilai untuk NPV-nya adalah Rp. 30,24 juta.

Apa kalian sudah paham? kalau belum silahkan melihat video yang gue cantumin dibawah, gue akan menjelaskannya lebih detail daripada diatas dengan contoh soal yang baru.



Sekian artikel dari gua, gua harap artikel ini bermanfaat buat kalian yaa. See you next time~

Thursday, May 7, 2020

Manajemen Keuangan


 7 Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Diperhatikan | Ivesort.com
Halo guys gue balik lagi nih bawa artikel baru tentang Manajemen Keuangan. By The Way sudah lama ya kita tidak jumpa, mohon maaf ya karena 2 minggu kemarin gua harus UTS dulu jadi vakum dari nulis artikel deh hehe.

Nah karena disini gue bakal bahas tentang Manajemen Keuangan, gue bakal bahas definisinya terlebih dahulu. Manajemen keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan.  

Manajemen keuangan merupakan praktik yang rutin dan penting dalam lingkungan bisnis. Ini melibatkan pengelolaan sumber daya keuangan perusahaan untuk memastikan ada atau tidaknya pemborosan dan mengontrol setiap hal mengenai kegiatan keuangan perusahaan yang meliputi pengadaan dana, penggunaan dana, pembayaran, proses akuntansi, penilaian risiko dan hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan.

Nah selanjutnya kita bahas sumber dana dalam manajemen keuangan. Sumber dana perusahaan sangat penting di rencanakan dalam pengembangan suatu bisnis. Sumber dana dapat memberikan kelancaran operasional perusahaan. Pendaanan dari suatu perusahaan merupaan salah satu fungsi dalam manajemen keuangan. Dalam meanajemen keuangan, akan diperhtungkan secara mendetail mengenai sumber dana perusahaan yang dapat mencukupi kebutuhan operasional perusahaan.

Sumber dana biasanya dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1. Sumber dana jangka pendek
Sumber dana perusahaan jangka pendek biasanya akan digunakan oleh perusahaan untuk modal kerja. Dana yang tergolong dalam kelompok jangka pendek harus dikembalikan dalam jangka waktu satu tahun atau satu periode akuntansi. Pengembalian sumber dana jangka pendek tidak boleh lebih dari satu periode akuntansi. Sumber dana jangka pendek dapat diperoleh dari pinjaman bank jangka pendek, pendanaan persediaan, dan kredit perdangangan. 

2. Sumber dana jangka menengah
Sumber dana jangka menengah biasanya diperoleh dari leasing, term loan, dan equipment loan. Rentang waktu pengembalian sumber dana jangka menengah biasanya berkisar dari satu tahun periode akuntansi hingga lima tahun buku dan tidak boleh melebihi jangka waktu lima tahun. Penggunaan sumber dana jangka menengah biasanya dilakukan perusahaan untuk keperluan yang tidak dapat dipenuhi dengan pendanaan jangka pendek. Ketika dana terlalu sulit dikembalikan dalam jangka pendek, maka akan tergolong dalam jangka menengah. Pendanaan jangka menengah juga dapat dipilih ketika terlalu sulit menerapkan skema pendanaan jangka panjang.

3. Sumber dana jangka panjang
Jika perusahaan melakukan ekspansi secara masif dalam skala perusahaan maka dapat menggunakaan pendanaan jangka panjang. Tempo pengembalian sumber dana jangka panjang umumnya dilakukan lebih dari lima tahun buku. Jenis pendanaan jangka panjang diantaranya adalah penerbitan obligasi dan hipotik. 

Penggunaan dana dalam manajemen keuangan harus tepat, karena kalau tidak tepat bisa-bisa bisnis akan hancur dikemudian hari. Penggunaan dana itu sangat penting karena dapat untuk mencapai visi atau tujuan perusahaan pada kerangka waktu yang ditentukan. Penggunaan sumber dana juga harus sesuai dengan rencana serta sasaran pokok usaha sehingga dapat memaksimalkan keuntungan bagi pemilik modal dan kontinuitas pengembalian pinjaman. Tetapi sebelumnya, rencana dana harus ditetapkan terlebih dahulu dan lagi ini merupakan bagian dari rencana usaha atau kelayakan usaha, dimana pengalokasian dana harus mengikuti prinsip pengelolaan keuangan yang telah ditetapkan dalam rencana tersebut.

Selanjutnya kita akan bahas mengenai cash flow. Definisi dari cash flow adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.

Cash flow terdiri dari 2 macam, yaitu
1. Cash Inflow 
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•    Penjualan aktiva tetap yang ada.
•  Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

2. Cash out flow
Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•    Pembelian aktiva tetap.
•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
• Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.

Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. 

Nah sekiranya itu saja artikel dari saya mengenai manajemen keuangan, semoga bermanfaat untuk kalian semua~ Kurang lebihnya mohon maaf, see u!! 


Friday, April 17, 2020

Business Model Canvas

Haloo semua~ kembali lagi sama gue Gasella! Gua udah balik lagi nih dengan membuat sebuah artikel baru. Artikel tentang apa tuh? Yap sesuai judul yang gua kasih, gua bakal ngebahas tentang Business Model Canvas disini. Untuk kalian para calon pengusaha sukses kalian wajib baca artikel ini yaa, karena artikel ini sangat penting dalam  untuk membuat perencanaan bisnis sebelum dibentuk.

Sebelumnya apa kamu tahu apa itu Business Model? Business Model adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses dan sistem.

Pada tahun 2008, seseorang bernama Alexander Osterwalder menciptakan sebuah canvas yang dirancang untuk Business Model, atau bisa kenali dengan Business Model Canvas (BMC). Apa itu Business Model Canvas? yaitu  kerangka kerja yang dikenal banyak untuk mendefinisikan model bisnis startup. Kanvas disusun dengan tujuan untuk menjelaskan, menilai, memvisualisasikan, serta mengubah model bisnis sehingga kinerja yang dihasilkan oleh startup lebih maksimal. Model bisnis ini bisa diterapkan oleh semua jenis startup tanpa terbatas sektor usaha. 

Semua pelaku bisnis harus memiliki pemahaman yang sama terhadap Business Model sehingga diperlukan sebuah konsep yang dapat memberikan satu gambaran standar. Konsep ini harus simple, relevan dan mudah dipahami secara intuitif. Konsep inilah yang diberi nama 9 Building Blocks. Konsep ini sendiri telah diaplikasikan dan diuji coba di seluruh dunia dan telah digunakan di beberapa organisasi, seperti IBM, Ericsson, Deloitte, the Public Works and Government Services of Canada dan banyak lagi.

9 Building Block adalah konsep yang dapat mendeskripsikan dan menunjukkan logika bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan pendapatan (make money). Berikut adalah 9 Building Block yang ada pada Business Model Canvas, yaitu:

1. Customer Segment
Yaitu menentukan secara pasti siapa-siapa yang akan dilayani untuk menjadi customer kita. Contoh : Klub sepakbola/futsal, fans klub-klub sepakbola dan lain-lain 

2. Value Proposition 
Membundling produk atau jasa untuk dikreasikan menjadi suatu nilai spesifik dalam membidik Customer Segment atau diistilahkan USP (unique Selling Point), untuk itu kita harus menentukan apa-apa yang kita tawarkan, apa masalah mereka dan apa kebutuhan mereka. Contoh : Layanan design secara  Customized personality, layanan cepat berkualitas dan lain sebagainya 

3. Channels
Menggambarkan bagaimana Value Proposition (VP) disampaikan ke Customer Segment (CS), bagaimana cara mengkomunikasikan, bagaimana cara pendistribusiannya dan melalui saluran apa. Contoh : memakai jasa kurir, media online dan lain-lain.  

4. Customer Relationship
Channels mendeskripsikan bagaimana perusahaan berkomunikasi dan menggapai segmen customer mereka untuk men-deliver Value Proposition. Komunikasi, distribusi dan penjualan merupakan interface antara perusahaan dan pelanggan.  

5. Revenue Streams
Revenue stream terbagi menjadi cost atau pendanaan dan revenue atau pendapatan. Dengan kata lain, di sini dijelaskan mengenai sumber asal modal dan objek yang berpotensi menghasilkan keuntungan.

6. Key Resources
Asset apa saja yang kita miliki atau diperlukan untuk dapat menghasilkan Value Proposition (VP) sehingga dapat menghasilkan revenue Stream (RS) . Misal: mesin produksi, tenaga kerja, website.

7. Key Activities
Tindakan-tindakan apa yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan Value proposition (VP) sehingga menghasilkan Revenue Stream (RS). Misal: Menjaga kualitas produk, sales support dan lains sebagainya.
 
8. Key Partnership
Dalam berbisnis tentunya tidak sendirian dan harus menentukan dengan siapa kita berpartner  dan dengan cara apa. contoh : Suplier/vendor, agen dsb.
 
9. Cost Structure
Cost strutcture adalah biaya-biaya yang timbul untuk dapat menghasilkan Value Proposition (VP). Contoh : gaji karyawan, biaya operasional dan lain sebagianya.

Nah itulah 9 Building Block yang ada pada Business Model Canvas, selanjutnya gua bakal ngasih contoh ke kalian tentang BMC dari Usaha Strawberry30 bertujuan untuk memproduksi makanan sehat berbahan dasar buah strawberry segar.

bisnis model canvas produk makanan

Sekian artikel dari saya mengenai Business Model Canvas, semoga bermanfaat ya buat kalian!! Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya~

Thursday, April 9, 2020

Produk dan Penentuan Harga Jual

10+ Cara dan Pertimbangan Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat 

















Halo semuanya~ sekarang gua kembali lagi nih, adakah yang rindu? hehe
Kali ini gua akan menulis sebuah artikel yang memiliki tema "Produk dan Penentuan Harga Jual". InsyaAllah artikel yang saya buat bisa bermanfaat untuk kalian para calon wirausaha yang sukses.

Nah sebelumnya tahukah kamu apa itu produk? Dalam bisnis, produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjual-belikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan. Dalam menetapkan harga jual pada produk yang akan dijual, kamu tidak bisa asal menjualnya begitu saja, karena ketika kamu salah menentukan harga jual sebuah produk kamu bukannya mendapatkan untung malah rugi deh. Makannya menentukan harga jual pada produk bukanlah hal yang mudah.

Kalau itu bukanlah hal yang mudah, terus gimana dong cara menentukan harga jual pada produk? ada triknya gak? Eits kalian jangan panik dulu, ada kok cara-caranya agar kalian tidak mengalami kerugian kedepannya. Apa aja tuh caranya? Apa kalian mau tau?

Dalam berwirausaha, kalian harus memperhatikan 2 hal penting ini dulu, yaitu:
1. Jangan menetapkan harga terlalu rendah. Loh kenapa gak boleh ya? karena ketika kamu menentukan harga terlalu rendah bisa-bisa kamu bukannya mendapatkan untung malah mendapatkan rugi dan kamu tidak akan balik modal kalau seperti itu.
2. Jangan menetapkan harga terlalu tinggi. Loh tadi harga terlalu rendah gak boleh, terus harga terlalu tinggi juga gak boleh? Eits yang dimaksud disini tuh karena jika kamu menetapkan harganya terlalu tinggi bisa-bisa konsumen malah lebih memilih produk dari pesaing kamu yang memiliki harga yang lebih murah.

Nah sebelum kamu menetapkan harga pada produk sebaiknya kamu memperhatikan daya beli konsumen yang menjadi target kamu, jika mereka memiliki daya beli yang tinggi maka akan aman aman saja jika menetapkan harga yang tinggi.

Dalam menentukan harga jual selain 2 hal diatas, alangkah baiknya kamu juga mempetimbangkan hal-hal berikut, yaitu:

1. Menentukan berapa pendapatan yang ingin dihasilkan dari produk tersebut
Tetapkan target pendapatan untuk setiap bulannya. Yang dimaksud dari pendapatan disini bukan hanya kembalinya modal, akan tetapi semua pemasukan yang kamu peroleh yang bisa menutup semua biaya yang telah kamu keluarkan serta laba atau keuntungannya. 

2. Menentukan prioritas usaha
Dengan menentukan prioritas usaha, maka kamu bisa menentukan besaran harga jual produk. Selain itu kamu juga bisa meningkatkan dan memperluas wilayah pemasaran sehingga keuntungan yang anda dapatkan akan lebih besar dari biasanya. Tapi tetap perhatikan kualitas produk kamu yaa, agar tidak hilang kepercayaan dari konsumen.

3. Mempertimbangkan kemampuan konsumen
Semakin kamu tahu keadaan konsumen yang menjadi target pemasaran, maka kamu juga akan semakin tahu berapa besaran harga yang bisa kamu tetapkan untuk setiap produknya. Alangkah lebih baik kamu melakukan survey berdasarkan demografi sehingga bisa mendapatkan gambaran harga yang bisa ditetapkan.

4. Biaya produksi
Dengan menghitung besaran biaya produksi yang telah kamu keluarkan disertai dengan target keuntungan yang ingin kamu peroleh maka kamu bisa menentukan besaran harga jual setiap produknya. Ingat ya kalau yang namanya biaya produksi itu bukan hanya biaya yang telah terlihat saja melainkan seluruh biaya yang telah kamu keluarkan selama proses produksi.

5. Sesuai dengan target awal
Untuk bisa menetapkan harga produk hal yang perlu kamu pertimbangkan selanjutnya adalah mengenai target pendapatan yang ingin kamu peroleh. Faktor faktor lain yang harus anda pertimbangkan adalah mengenai biaya pemasaran dan biaya promosi.
 
6. Mengetahui harga kompetitor
Nah, hal lain yang perlu kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan harga produk adalah dengan mengetahui harga produk dari kompetitor anda. Apakah harga yang mereka tetapkan sebanding dengan produk kamu atau tidak. Maka kamu bisa menjadikannya sebagai patokan dalam menentukan harga jual produk nantinya. Dan perhatikan juga apakah produk kamu memiliki keunggulan atau tidak jika dibandingkan dengan produk pesaing yang ada. Maka dengan ini sebaiknya kamu bisa menambahkannya sebagai nilai plus dari produk anda agar dapat memenangkan persaingan bisnis.

7. Monitor Harga
Setelah menetapkan harga produk yang tepat maka langkah final adalah memonitor harga tersebut secara terus menerus supaya bisa diketahui tingkat penjualannya dan anda juga bisa melihat berapa keuntungan yang diperoleh pada akhirnya. 

Nah itulah informasi yang bisa gua share ke kalian mengenai produk dan penentuan harga jual. Ingat ya kalian para calon wirausaha sukses harus benar-benar memperhatikan hal-hal yang sudah gua jelasin biar gak "rugi" dalam berwirausaha. Sekiranya cuma itu yang bisa gua jelasin ke kalian, semoga artikel yang gua buat bermanfaat buat kalian ya~ See you guys, next time kita bakal ketemu lagi dengan artikel baru yang bakal gua buat. Byee~

 

Thursday, April 2, 2020

Aspek Pemasaran Dalam Berwirausaha

Menjadi Dropshipper yang Sukses, Ini Kiat-kiatnya » GrabKios Blog 

Dalam berwirausaha sebaiknya perlu memperhatikan beberapa aspek-aspek pemasaran karena hal tersebut termasuk hal yang penting yang harus dilakukan dalam untuk mencapai keuntungan dan mewujudkan tujuan serta visi misi dalam berwirausaha. 

Sebelumnya apakah kamu tau apa itu pemasaran? Pemasaran menurut Philp Kotler adalah suatu kegiatan manusia yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan melalui proses pertukaran. Menurut American Marketing Association adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk membuat, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan menggunakan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya.


Aspek-aspek pemasaran dalam berwirausaha antara lain:
  
A. Analisa Pasar

Analisa pasar merupakan langkah pertama dalam merencanakan strategi yang sesusai dengan kondisi pasar untuk menangkap peluang dan mengembangkan usaha. Pada umumnya analisis ini akan menghasilkan pembaharuan dalam bentuk pemasaran, keuntungan yang diperoleh jika membeli suatu produk seperti diskon dalam situasi dan keadaan tertentu atau berupa hadiah langsung. Analisa ini akan membuat aktivitas pemasaran semakin tepat sasaran. Selain itu, seorang wirausaha juga dapat lebih memahami seperti apa situasi, jenis produk, keadaan, dan bentuk promosi yang akan diberikan kepada konsumen.

B. Peramalan Permintaan

Kotler mengemukakan definisi permintaan pasar bagi suatu produk adalah “volume total yang akan dibeli oleh kelompok pembeli tertentu dalam lingkungan pemasaran tertentu dan program pemasaran tertentu pula”. Melihat definisi tersebut kita dapat melihat bahwa permintaan pasar itu bukanlah merupakan sebuah konsep yang sederhana karena di dalamnya terdapat 8 unsur penting seperti produk, volume total, dibeli, kelompok pembeli, daerah geografis, periode waktu, lingkungan pemasaran, program pemasaran. 

C. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah pembagian segmen suatu pasar berdasarkan pembeli. Pada umumnya, demografi, tingkat penghasilan, psikografis, dan kelas sosial menjadi dasar dalam melakukan segmentasi. Dengan melakukan segmentasi pasar, seseorang dapat meraih laba maksimum dan strategi pemasaran akan berjalan dengan lancar.

Faktor-faktor yang digunakan untuk menyusun aspek pemsaran segmentasi pasar adalah :

  • Demografi. Seperti umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin, agama, kesukaan, pendidikan dan sebagainya.
  • Tingkat Penghasilan
  • Sosiologis. Seperti kelompok budaya, kelas-kelas sosial dan sebagainya
  • Psikologis/psikhografis. Seperti kepribadian, sikap, manfaat produk yang diinginkan dan sebagainya. 


D. Analisa Pesaing

Analisa pesaing adalah satu dari aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis yang cukup siginifikan. Analisis aspek pemasaran ini menjadi penentu dimana posisi kita dalam dunia bisnis. Pesaing merupakan perusahaan yang memproduksi atau memasarkan barang dan jasa yang memiliki kemiripan dengan produk yang kita hasilkan / tawarkan. Analisa pesaing yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan identifikasi terhadap kesempatan, ancaman atau persoalan strategis yang timbul dari pergantian suasana bersaing yang potensial. Selain itu melakukan identifikasi terkait kekuatan dan kelemahan pesaing perlu dilakukan untuk melihat peluang yang ada.  

E. Promosi

Promosi merupakan upaya dari penjual untuk menawarkan produknya kepada pembeli atau konsumen supaya konsumen berminat untuk melakukan pembelian. Promosi merupakan bagian yang sangat vital dalam aspek pemasaran dimana melalui promosi, penjual dapat memberikan informasi secara luas mengenai produk, mempengaruhi dan melakukan langkah persuasif kepada konsumen, dan juga dapat mendekatkan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.  Promosi memiliki tujuan yang ingin dicapai sehingga dalam penyusunan strategi promosi dapat tepat sasaran dan dilakukan seefisien mungkin. Berikut tujuan dari promosi adalah memberitahu konsumen tentang penawaran produk, mengingatkan kepada konsumen akan manfaat dari produk yang kita tawarkan, membujuk konsumen untuk melakukan transaksi pembelian, merubah perilaku konsumen, mempertahankan merk produk perusahaan di mata konsumen.

Sekian artikel mengenai aspek pemasaran dalam berwirausaha, semoga bermanfaat.